Policy

Manajemen Risiko

Perseroan menanamkan komitmen dalam mengimplementasikan manajemen risiko dengan cara mengidentifikasi, menganalisis, menilai dan memitigasi risiko-risiko yang dihadapi oleh perseroan.

Dalam mengidentifikasi dan menilai risiko yang dihadapi Perseroan dan memastikan bahwa risiko-risiko tersebut dikelola secara efektif, Perseroan memiliki Tim Manajemen Risiko, yang bertugas mengkoordinasi semua departemen dan karyawan terkait dalam menerapkan sistem manajemen risiko dalam setiap proses kerja masing-masing departemen. Setiap harinya, Perseroan beroperasi melalui berbagai proses dan kegiatan yang meliputi strategi, perencanaan, pelaksanaan dan kinerja manajemen, dengan Manajemen Risiko yang terpadu dalam setiap tahap siklus bisnis tersebut.

Perseroan menyadari bahwa untuk menciptakan, melindungi, meningkatkan nilai pemegang saham, meningkatkan kepastian peningkatan pertumbuhan dan keberlangsungan usaha, mendorong standar terbaik Tata Kelola Perusahaan, serta menjadikan budaya sadar risiko sebagai bagian dari budaya Perseroan, dibutuhkan pengelolaan risiko secara efektif dan optimal melalui pendekatan proses dan berbasis risiko.

Profil dan Mitigasi Risiko

Penjelasan mengenai profil risiko dan pelaksanaan mitigasi risiko di Perseroan, sebagai berikut:

Risiko Nilai Tukar Valuta Asing

Perseroan menggunakan valuta asing untuk sebagian pendapatan, harga pokok penjualan dan beberapa biaya. Perseroan memasuki kontrak swap nilai tukar mata uang asing dengan lembaga keuangan internasional untuk meminimalkan risiko fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap kurs valuta asing, seperti Dolar Amerika Serikat (US$). Sebagai konsekuensi, maka Perseroan telah mengurangi beberapa risiko nilai tukar valuta asing.

Risiko Harga

Risiko harga adalah risiko kerugian finansial yang disebabkan oleh pergerakan harga komoditas bahan baku produksi Perseroan. Salah satu penyebab Perseroan menghadapi risiko harga adalah adanya perubahan harga dimasa yang akan datang untuk rencana pembelian aluminium dan tembaga dengan kandungan tinggi (High Concentrate Aluminum and Copper).

Oleh sebab itu, Perseroan menggunakan kontrak komoditas berjangka (jual-beli) dengan lembaga-lembaga keuangan internasional sehubungan dengan adanya risiko perubahan harga bahan baku tersebut. Perseroan merasa yakin telah mengurangi beberapa risiko perubahan harga komoditas di masa yang akan datang.

Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang dialami oleh Perseroan jika pelanggan gagal untuk memenuhi liabilitas sesuai kontrak. Perseroan mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menentukan batas-batas risiko yang dapat diterima bagi setiap pelanggannya.

Dalam melakukan hubungan bisnis, Perseroan hanya menjalin hubungan dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas. Perseroan dan Entitas Anak juga mempunyai kebijakan yang mengharuskan setiap pelanggannya untuk melalui prosedur verifikasi kredit. Selain itu, monitoring terhadap jumlah piutang dilakukan secara kontinu untuk mengurangi risiko kerugian penurunan nilai.

Risiko Likuiditas

Risiko Likuiditas merupakan risiko yang dihadapi oleh suatu perusahaan dan berdampak dalam memberikan kesulitan dalam pencairan dana untuk memenuhi komitmen terkait dengan instrument keuangan. Untuk menanggulangi risiko tersebut, Perseroan mengambil kebijakan untuk secara teratur memantau kebutuhan likuiditas saat ini dan dimasa yang akan datang untuk memastikan bahwa Perseroan mempunyai cadangan uang tunai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dalam jangka pendek serta jangka panjang.

 

Sistem Pelaporan Pelanggaran

Melalui divisi, departemen dan unit kerja yang aktif terlibat dalam pengawasan, Perseroan memiliki mekanisme kerja yang menerima laporan pelanggaran kode etik perusahaan, antara lain yang berindikasi penyimpangan (fraud). Laporan pelanggaran dapat juga disampaikan kepada Komite Etika Bisnis. Selanjutnya, Perseroan akan melakukan pengusutan atas laporan dan mengambil tindakan yang diperlukan. Selain itu, Perseroan akan melakukan tindakan perbaikan yang dianggap penting guna mencegah pelanggaran yang sama di kemudian hari.

 

KEBIJAKAN SELEKSI PEMASOK

Kebijakan seleksi pemasok dan mitra Perseroan diatur sesuai dengan Prosedur Manajemen “Pembelian” no. MP-09.0 dalam Kebijakan Manajemen Mutu Perusahaan.

Persyaratan utama rantai suplai/pemasok, diatur sesuai dengan Prosedur Standar “Kriteria Seleksi, Evaluasi dan Re-evaluasi Supplier/Subkontraktor” No. PG-VE-01 sebagai berikut:

  1. Mutu barang yang berkualitas
  2. Harga yang ditawarkan bersaing / kompetitif
  3. Kemampuan Kirim tepat waktu sesuai permintaan
  4. Syarat Pembayaran yang disepakati
  5. Profil Perusahaan dan produk yang sudah memenuhi standar yang berlaku
  6. Simbol dan rambu-rambu B3 dan K3 pada produk yang dianggap memiliki potensi bahaya